Soal Lagu Kritik Pemerintah, Iwan Fals: Saya Sudah Dol!
Soal Lagu Kritik Pemerintah, Iwan Fals: Saya Sudah Dol!
JAKARTA - Pemusik legendaris Iwan Fals (51) kembali meluncurkan album yang diberi judul Raya. Penggemar pasti tahu dong, nama tersebut diambil dari nama depan anak bungsunya, Raya Rambu Rabbani.
Istri Iwan, Rosana Listanto atau akrab disapa Yos yang menjadi manajer Iwan menceritakan proses penggarapan album tersebut memakan waktu tiga tahun. Dari 30 lagu yang disiapkan, hanya 18 lagu yang masuk dalam album yang dikemas istimewa.
"Dari 30 lagu akhirnya terpilihlah 18 lagu. Tidak ada makna khusus, karena keterbatasan proses produksi maka diputuskanlah 18 lagu itu yang masuk di album Raya," kata Yos saat jumpa pers di Rolling Stone Cafe, Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Selasa, 25 Juni 2013.
Untuk album ini, Iwan menggandeng penyanyi Lea Simanjutak, dan kritikus musik Denny Sakrie. Tak heran jika pada album baru ini Iwan tetap menonjolkan lirik-lirik yang bersifat sindiran atau kritikan.
Namun, sambil merendah Iwan menolak album tersebut secara khusus dipresentasikan sebagai bentuk kritik kepada pemerintah.
"Saya sudah 'dol', enggak tahu mana kritik mana bukan. Saya berekspresi saja. Tangung jawab saya hanya menghayati kehidupan, dan mengekspresikan apa itu cinta dan kritik sosial," kilahnya.
Iwan terakhir kali meluncurkan album Tergila-gila (2011) yang menghadirkan empat lagu baru, yakni "Tergila-gila", "Musafir", "Negeri yang Hilang", dan "Badai Belum Berlalu".
Sumber : music.okezone.com
![]() |
| Iwan Fals |
JAKARTA - Pemusik legendaris Iwan Fals (51) kembali meluncurkan album yang diberi judul Raya. Penggemar pasti tahu dong, nama tersebut diambil dari nama depan anak bungsunya, Raya Rambu Rabbani.
Istri Iwan, Rosana Listanto atau akrab disapa Yos yang menjadi manajer Iwan menceritakan proses penggarapan album tersebut memakan waktu tiga tahun. Dari 30 lagu yang disiapkan, hanya 18 lagu yang masuk dalam album yang dikemas istimewa.
"Dari 30 lagu akhirnya terpilihlah 18 lagu. Tidak ada makna khusus, karena keterbatasan proses produksi maka diputuskanlah 18 lagu itu yang masuk di album Raya," kata Yos saat jumpa pers di Rolling Stone Cafe, Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Selasa, 25 Juni 2013.
Untuk album ini, Iwan menggandeng penyanyi Lea Simanjutak, dan kritikus musik Denny Sakrie. Tak heran jika pada album baru ini Iwan tetap menonjolkan lirik-lirik yang bersifat sindiran atau kritikan.
Namun, sambil merendah Iwan menolak album tersebut secara khusus dipresentasikan sebagai bentuk kritik kepada pemerintah.
"Saya sudah 'dol', enggak tahu mana kritik mana bukan. Saya berekspresi saja. Tangung jawab saya hanya menghayati kehidupan, dan mengekspresikan apa itu cinta dan kritik sosial," kilahnya.
Iwan terakhir kali meluncurkan album Tergila-gila (2011) yang menghadirkan empat lagu baru, yakni "Tergila-gila", "Musafir", "Negeri yang Hilang", dan "Badai Belum Berlalu".
Sumber : music.okezone.com
Soal Lagu Kritik Pemerintah, Iwan Fals: Saya Sudah Dol!
-0-
No comments
Soal Lagu Kritik Pemerintah, Iwan Fals: Saya Sudah Dol!
JAKARTA - Pemusik legendaris Iwan Fals (51) kembali meluncurkan album yang diberi judul Raya. Penggemar pasti tahu dong, nama tersebut diambil dari nama depan anak bungsunya, Raya Rambu Rabbani.
Istri Iwan, Rosana Listanto atau akrab disapa Yos yang menjadi manajer Iwan menceritakan proses penggarapan album tersebut memakan waktu tiga tahun. Dari 30 lagu yang disiapkan, hanya 18 lagu yang masuk dalam album yang dikemas istimewa.
"Dari 30 lagu akhirnya terpilihlah 18 lagu. Tidak ada makna khusus, karena keterbatasan proses produksi maka diputuskanlah 18 lagu itu yang masuk di album Raya," kata Yos saat jumpa pers di Rolling Stone Cafe, Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Selasa, 25 Juni 2013.
Untuk album ini, Iwan menggandeng penyanyi Lea Simanjutak, dan kritikus musik Denny Sakrie. Tak heran jika pada album baru ini Iwan tetap menonjolkan lirik-lirik yang bersifat sindiran atau kritikan.
Namun, sambil merendah Iwan menolak album tersebut secara khusus dipresentasikan sebagai bentuk kritik kepada pemerintah.
"Saya sudah 'dol', enggak tahu mana kritik mana bukan. Saya berekspresi saja. Tangung jawab saya hanya menghayati kehidupan, dan mengekspresikan apa itu cinta dan kritik sosial," kilahnya.
Iwan terakhir kali meluncurkan album Tergila-gila (2011) yang menghadirkan empat lagu baru, yakni "Tergila-gila", "Musafir", "Negeri yang Hilang", dan "Badai Belum Berlalu".
Sumber : music.okezone.com
![]() |
| Iwan Fals |
JAKARTA - Pemusik legendaris Iwan Fals (51) kembali meluncurkan album yang diberi judul Raya. Penggemar pasti tahu dong, nama tersebut diambil dari nama depan anak bungsunya, Raya Rambu Rabbani.
Istri Iwan, Rosana Listanto atau akrab disapa Yos yang menjadi manajer Iwan menceritakan proses penggarapan album tersebut memakan waktu tiga tahun. Dari 30 lagu yang disiapkan, hanya 18 lagu yang masuk dalam album yang dikemas istimewa.
"Dari 30 lagu akhirnya terpilihlah 18 lagu. Tidak ada makna khusus, karena keterbatasan proses produksi maka diputuskanlah 18 lagu itu yang masuk di album Raya," kata Yos saat jumpa pers di Rolling Stone Cafe, Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Selasa, 25 Juni 2013.
Untuk album ini, Iwan menggandeng penyanyi Lea Simanjutak, dan kritikus musik Denny Sakrie. Tak heran jika pada album baru ini Iwan tetap menonjolkan lirik-lirik yang bersifat sindiran atau kritikan.
Namun, sambil merendah Iwan menolak album tersebut secara khusus dipresentasikan sebagai bentuk kritik kepada pemerintah.
"Saya sudah 'dol', enggak tahu mana kritik mana bukan. Saya berekspresi saja. Tangung jawab saya hanya menghayati kehidupan, dan mengekspresikan apa itu cinta dan kritik sosial," kilahnya.
Iwan terakhir kali meluncurkan album Tergila-gila (2011) yang menghadirkan empat lagu baru, yakni "Tergila-gila", "Musafir", "Negeri yang Hilang", dan "Badai Belum Berlalu".
Sumber : music.okezone.com





